Kamis, 03 Maret 2016

Artikel Lengkap Tentang Dunia Proyektor

Salam Super Sahabat Semua Di Jogjakarta, Selamat datang Dalam artikel ini kami mencoba untuk men-deliver informasi-informasi penting dan yang "wajib" Sahabat Sekalian ketahui saat Sahabat Sekalian ingin memiliki seperangkat proyektor untuk berbagai keperluan Sahabat Sekalian , maupun jika Sahabat Sekalian ingin memulai mempelajari dunia per-proyektoran

Daftar Isi :

1. Perjalanan panjang Perkembangan Proyektor LCD 2. Wow..Begini cara atau bagaimana Proyektor bekerja 3. Ada Gangguan Display pada LCD? tidak usah panik! Begini cara atau bagaimana memperbaikinya 4. jangan beli proyektor sebelum Sahabat Sekalian membaca artikel ini!! 5. Rahasia Mengukur Brightness dan Contrast Ratio sebuah Projector 6. Rahasia merawat proyektor agar tetap awet dan tahan lama 7. [ serba-Serbi ] Mengenal DICOM [ Digital Imaging dan Communications in Medicine ]

Perjalanan Panjang Perkembangan Proyektor LCD

Sejarah proyektor memang belum panjang seperti alat elektronik lainnya, pertama ditemukan tahun 1984 oleh seorang New York bernama Gene Dolgoff. Tapi dibalik pembuatan pertama pada tahun 1984 tersebut perjalanan proyektor sangat panjang. Dimulai pada tahun 1968 tentang ide Dolgoff membuat sebuah proyektor LCD yang lebih cerah dibanding 3-CRT proyektor yang sudah ada saat itu. Dolgoff meneliti hingga menemukan suatu cairan yang cocok untuk mengatur jumlah cahaya yang melewatinya. Hingga akhirnya pada tahun 1971 setelah mencoba beberapa bahan, Dolgoff setuju untuk menggunakan layar kristal cair atau Liquid Crystal Display. Percobaan pertama membuat Proyektor LCD tidak semulus yang diharapkan ternyata, Dolgoff masih mengkoreksi beberapa kelemahan dari proyektornya tersebut, seperti cahaya utama yang hilang dan piksel yang jelas terlihat. Setelah iu, dia menemukan cara atau bagaimana baru dalam menghilangkan piksel pada proyektornya dengan mempatenkan langsung serta membuat perusahaan proyektor pertama di dunia dengan nama Projectavision Inc dan melisensi perusahaan lain yang ingin membuat proyektor. Pada awal pembuatannya, LCD hanya digunakan pada sistem overhead proyektor, akan tetapi LCD mempunyai kelemahan yaitu tidak mempunyai sumber cahaya sendiri. Dengan teknologi yang ada pada jamannya dengan meniru teknologi pada TV dimana LCD digunakan pada TV agar membuat gambar lebih bagus, maka terciptalah proyektor yang dikenal saat ini. Sampai pada tahun 2004 proyektor LCD diberikan fitur yang lengkap dengan penambahan perangkat yang dinamis dan warna yang kontras yang meningkat hingga tingkat DLP. Sejarah proyektor dilengkapi dengan beberapa perusaaan yang sampai saat ini setia memproduksi LCD khususnya untuk proyektor LCD diantaranya Epson dan Sony dari Jepang. Epson memiliki teknologi sendiri dan membuat merk bernama “3LCD”. Untuk memasarkan proyektor dengan teknologi “3LCD”, Epson mengatur “organisasi” atau kerjasama yang disebut “Grup 3LCD” di tahun 2005 dengan manufaktur proyektor lainnya. Epson pun memegang lisensi dari teknologi 3LCD yang digunakan dalam model proyektor mereka.

Wow..Begini Cara atau Bagaimana Proyektor Bekerja

cara atau bagaimana kerja proyektor memang tidak terlihat secara atau bagaimana langsung oleh mata telanjang kita, tapi tidak ada salahnya kan mengetahui cara atau bagaimana kerjanya. Hampir setiap orang kini telah memakai proyektor, setidaknya walau pun tidak memiliki benda tersebut tapi pernah menggunakannya untuk keperluan presentasi misalnya atau menonton video/film bersama teman-teman agar lebih seru. Tahukah Sahabat Sekalian sebenarnya bagaimana cara atau bagaimana proyektor bekerja hingga bisa memancarkan cahaya yang ditangkap layar/media pemantul sebagai gambar atau video? Berikut sedikit penjelasan bagaimana proyektor LCD bisa sampai memancarkan cahaya dari laptop atau device yang lainnya. Proyektor LCD yang biasa kita gunakan sehari-hari bekerja dengan berdasarkan prinsip pembiasan cahaya. Cahaya tersebut dihasilkan oleh panel-panel dari LCD [ Liquid Crystal Display ] atau Layar Kristal Cair. Panel tersebut terdiri dari 3 panel yang dipisahkan berdasarkan 3 warna dasar yang biasa di sebut RGB [ Red, Green dan Blue ] Merah, Hijau dan Biru. Pancara atau bagaimanan cahaya yang keluar dari proyektor tersebut merupakan hasil dari pembiasan ketiga panel LCD tersebut yang sebelumnya telah dipadukan dalam prisma khusus dalam sistem proyektor tersebut. Kumpulan cahaya yang melalui panel dan dipadukan melalui prisma tersebut kemudian melalui lensa yang dipancarkan pada layar atau media pantul lain sehingga bisa dilihat oleh mata kita sebagai gambar yang sama seperti ada di layar komputer atau device lainnya. Gambar pada proyektor LCD akan lebih tajam dibanding proyektor DLP karena warna yang dihasilkan proyektor LCD karena panel LCD yang dipakainya dibiaskan langsung dari lensa ke layar. cara atau bagaimana kerja proyektor ini umumnya sama untuk semua proyektor LCD yang diproduksi sekarang. Selain hal yang dijelaskan sebelumnya, kelebihan dari LCD pada proyektor adalah menggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga proyektor LCD dapat memproduksi ansi lumens lebih tinggi dibanding proyektor DLP. Selain banyak kelebihan, ada juga kekurangannya yaitu piksel yang terlihat jelas sehingga kurang cocok untuk memutar video atau film

Ada Gangguan Display pada LCD? Tidak Usah Panik! Begini Cara atau Bagaimana Memperbaikinya

cara atau bagaimana memperbaiki proyektor biasanya langsung ke tukang service, tapi jika mengetahui trik-triknya, Sahabat Sekalian bisa memperbaikinya sendiri. Biasanya LCD panel yang membiaskan warna, memiliki tiga panel warna yaitu merah, hijau dan biru. Panel tersebut sebagai colour system yang warnanya akan diteruskan kembali melalui lensa yang sebelumnya akan melewati polarized, flexible colour, prism. Kerusakan yang biasa terjadi adalah tampilan display bergaris pada LCD Projector. memang tidak terlalu fatal, tetapi sangat mengganggu ketika kita menggunakannya, apalagi dipakai pada saat presentasi penting kita. Nah, bagaimana cara atau bagaimana memperbaiki hal tersebut agar bisa diperbaiki sendiri tanpa ke tempat service? ini dia beberapa tips dan trik memperbaiki proyektor dengan gejala tersebut: 1. Buka secara atau bagaimana hati-hati casing Proyektor LCD Sahabat Sekalian , setelah terbuka seluruhnya keluarkan LCD Panel dari dalam proyektor. 2. Agar hasil lebih maksimal, bersihkan dahulu engine projector dari debu yang menempel ketika digunakan sebelumnya, termasuk di dalamnya lampu, reflector lamp, lensa, main PCA, fan, power supply, projector lamp power supply. 3. Ketika membersihkan bagian-bagian dari proyektor tersebut gunakanlah kuas yang halus sehingga tidak merusak bagian dari proyektor yang rawan. 4. Agar lebih maksimal dan terjaga bagian rawan gunakan juga cairan pembersih yang tersedia ditoko alat-alat elektronik. Jangan menggunakan alkohol ketika membersihkan bagian-bagian tersebut, apalagi lensa LCD yang mudah tergores. 5. Setelah semuanya dibersihkan, saatnya mengatur alignment dan adjusting pada setiap panel RGB. cara atau bagaimananya yaitu dengan memutar skrup setting pada bagian belakang LCD Panel. 6. Setelah alignment dan adjusting di-setting serta semua bagian proyektor dibersihkan. Pasang kembali semua bagian yang tadi dikeluarkan ke tempat semula, pastikan semua dilakukan secara atau bagaimana hati-hati. 7. Terakhir, saatnya cek display pada LCD Projector Sahabat Sekalian , apakah masih ada kekurangan, berarti Sahabat Sekalian membersihkannya kurang merata atau penyimpanannya kurang tepat. cara atau bagaimana memperbaiki proyektor memang butuh ketelitian yang tinggi dan hati-hati, salah-salah akan berimbas ke bagian lainnya. Selamat mencoba tips di atas, semoga berhasil.

Jangan Beli Proyektor Sebelum Sahabat Sekalian Membaca Artikel ini!!

cara atau bagaimana memilih proyektor biasanya orang terbuai dengan harga yang mahal atau merk-nya terkenal. Tetapi jika harga mahal tetapi proyektor Sahabat Sekalian tidak support untuk keperluan yang seharusnya bagaimana? Apakah perlu memiliki proyektor yang mahal dan canggih jika tidak dipakai semaksimal mungkin? Kualitas tampilan proyektor dapat dinilai dari 2 fitur yang sering diinformasikan ketika Sahabat Sekalian membeli proyektor, yaitu Resolusi dan Brightness. Resolusi Resolusi biasanya mengacu pada jumlah piksel yang bisa proyektor tersebut tampilkan ketika menembakan cahaya ke layar. Jumlah piksel dinyatakan sebagai jumlah dua bilangan yang didapat dari panjang dan lebar atau horizontal dan vertikal layar. Misalkan suatu proyektor beresolusi 1024 x 768 berarti mengacu pada 1024 hitungan piksel horizontal dan 768 hitungan piksel vertikal.

Beberapa resolusi yang umumnya tersedia pada proyektor dipasaran adalah:

a. 800×600 [ SVGA ]

Proyektor dengan resolusi 800×600 biasanya berharga murah dan memiliki kemampuan grafis sangat dasar. Cocok untuk aplikasi presentasi yang umum digunakan seperti power-point.

b. 1024×768 [ XGA ]

Proyektor dengan harga cukup murah dan dengan sorotan lebih baik dari SVGA. Kemampuan masih sama, berada di level dasar pemakaian proyektor.

c. 1280×800 [ WXGA ]

Proyektor dengan resolusi XXGA bisa mendukung notebook dengan layar lebar dan resolusi tinggi.

d. 1400×1040 [ SXGA+ ]

Resolusi SXGA+ mendukung tampilan dengan aplikasi yang membutuhkan data tinggi seperti aplikasi untuk fotografi. Biasanya berharga mahal, walaupun ada beberapa merk yang lebih murah dari harga umumya.

e. 1600×1200 [ UXGA ]

UXGA mendukung resolusi dengan kebutuhan grafis yang sangat detil, biasanya digunakan untuk instansi yang penting seperti pencitraan untuk medis. cara atau bagaimana memilih proyektor sebelumnya dibahas tentang memilih proyektor yang tepat sesuai kebutuhan Sahabat Sekalian dari segi resolusi yang pas dipakai untuk kondisi yang digunakan. Pada pembahasan kali ini akan diterangkan bagaimana cara atau bagaimana mendapatkan proyektor yang tepat dari sisi kecerahan atau brightness yang dipakai, berikut pembahasannya.

Brightness [ Kecerahan ]

Kecerahan suatu proyektor diukur dari besarnya lumen, biasanya jumlah lumen yang tinggi maka proyektor tersebut lebih cerah. Besaran lumen yang ada saat ini untuk proyektor dipasaran adalah:

a. < 2000 lumen

Besaran ini merupakan ukuran lumen yang sangat dasar, bisa dilihat dalam cahaya ruangan normal. Umumnya karena kurang cerah, biasanya lampu ruangan harus dimatikan atau jendela harus ditutup agar pantulan yang dihasilkan lebih jelas terlihat. Sisi positifnya, proyektor 2000 lumen ini biasanya berukuran kecil, mudah dibawa dan mudah ditangani jika ada kerusakan.

b. 2000-3000 lumen

Rentang ini masih merupakan proyektor yang dasar, perbedaannya yaitu biasanya tidak perlu untuk mematikan lampu atau menutup jendela ketika proyektor ini digunakan. Besaran 2500 lumen cukup baik untuk meeting dan melakukan presentasi dengan power-point.

c. 3000-4500 lumen

Dengan rentang lumen yang lumayan besar, harganya lebih mahal dan cocok untuk dipakai di ruang konferensi atau aula yang besar. Sebenarnya dengan lumen 3500 pun masih baik digunakan di aula yang besar.

d. > 4500

Proyektor berkinerja tinggi seperti ini bisa sampai 12.000 lumen bahkan lebih. Biasanya digunakan dalam konferensi tingkat internasional dan konser-konser musik artis internasional. Semoga cara atau bagaimana memilih proyektor ini menginspirasi Sahabat Sekalian untuk menemukan yang tepat sesuai kebutuhan.

Rahasia Mengukur Brightness dan Contrast Ratio sebuah Projector

Lumen [ ansi lumens adalah kuat cahaya yang diterima oleh suatu bidang, sedangkan Lux adalah kuat cahaya yang jatuh pada suatu titik. Sehingga : Lumen = Lux.m2 [ Kuat cahaya x Luas bidang gambar ] cara atau bagaimana mengukur Brightness proyektor dapat juga dilakukan dengan sebuah alat yang disebut Light Meter / Lux meter. Light Meter Biasanya Bidang gambar / Tampilan dibagi menjadi 9 bagian , yang masing-masing titik diukur kuat cahayanya, lalu dijumlahkan dan kemudian dibagi 9 / diambil rata-ratanya. Supaya hasil pengukuran Lux, langsung menjadi Lumen, maka dibutuhkan Bidang gambar / Tampilan seluas 1 m2, yang didapat langsung dengan mengalikan Panjang x Lebar tampilan. Tampilan 9 bagian Pada format gambar 4 : 3 [ Resolusi SVGA, XGA, SXGA+ ] dibutuhkan bidang gambar ukuran 115 x 86 cm. Sedangkan untuk format gambar 16 : 10 [ Resolusi WXGA, UXGA ] dibutuhkan bidang gambar seluas 126 x 79 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal , ruangan harus gelap total, supaya tidak ada deviasi hasil pengukuran dan suhu ruangan 25o C. Pengukuran dilakukan dengan menempatkan sensor Lux Meter tepat di tengah-tengah masing-masing lingkaran [ ada 9 buah titik ], lalu hasilnya dijumlahkan dan diambil rata-ratanya. Mengukur Contrast Ratio Contrast Ratio adalah perbandingan antara keadaan kuat cahaya yang paling terang dengan kuat cahaya yang paling gelap yang bisa dihasilkan oleh sebuah proyektor. Cahaya paling gelap adalah berkas cahaya yang lolos melalui lensa ke layar, pada saat proyektor diberi input warna hitam. cara atau bagaimana pengukuran Contrast Ratio juga hampir sama dengan Brightness, bedanya pada kondisi paling gelap, proyektor diberi input warna hitam yang ukuran bidangnya juga sama. Hasil pengukuran Brightness merupakan kondisi kuat cahaya proyektor paling terang. Yaitu, dari 9 buah titik dijumlahkan lalu diambil rata-ratanya. Demikain juga dengan kuat cahaya yang paling gelap. Misalkan, sebuah proyektor dengan brightness 3000 ANSI Lumen, akan menghasilkan cahaya paling terang 3000 lumen dan cahaya paling gelap 3 lumen, akan mempunyai Contrast Ratio = 3000 : 3 atau 1000 : 1. Padahal, kuat cahaya 3 lumen hanya bisa dilihat bila ruangan gelap gulita [ 0 lumen ], sedangkan ruang kelas atau ruang meeting setidaknya memiliki terang sekitar 50 – 250 lumen. Lalu bagaimana kita bisa melihat cahaya dengan kuat 3 lumen, kalau ruangannya seterang 50 lumen? Apalagi bila Contrast Ratio proyektor tersebut 10.000 : 1 = 3000 lumen : 0,3 lumen. Terang 0,3 lumen ? Maka, proyektor tersebut di atas bila digunakan di ruang kelas dengan terang 50 lumen, hanya akan menghasilkan Contrast Ratio = 3000 : 50 = 60 : 1 saja. Kesimpulannya adalah proyektor dengan Contrast Ratio yang tinggi hanya bisa dinikmati bila dipakai pada ruang yang gelap gulita saja, sedangkan pada ruang yang agak terang tidak akan terlihat bedanya. Semakin tinggi Contrast Ratio proyektor akan menghasilkan warna yang semakin gelap / hitam.

Rahasia Merawat Proyektor Agar Tetap Awet dan Tahan Lama

Perawatan LCD Proyektor bisa dikatakan gampang-gampang susah dan terkadang bagian ini sering terlewatkan. Padahal ketika Sahabat Sekalian melewatkan bagian perawatan ini tentunya bisa mempengaruhi kinerja bahkan umur proyektor. Berikut beberapa cara atau bagaimana atau tips agar proyektor awet dalam waktu yang lama: 1. Penyimpanan proyektor sebaiknya pada tas yang telah dilengkapi fasilitas untuk menghindari goncangan atau getaran. Jika diperlukan, ketika proyektor digunakan, Sahabat Sekalian bisa memakai UPS sehingga asupan listrik stabil. 2. Usahakan jangan menggunakan proyektor dekat dengan sumber panas dan terkena sinar matahari langsung serta hindari menyimpannya di dalam kendaraan. Panas kendaraan akan merusak proyektor. 3. Sebelum kabel power LCD disambungkan ke saklar listrik, Sahabat Sekalian harus memastikan bahwa kabel power, kabel VGA/RGB sudah tersambung. 4. Lebih baik menggunakan remote control yang disertakan ketika menghidup-matikan proyektor. Pada proyektor Hitachi, mematikan proyektor dengan cara atau bagaimana menekan 2 kali tombol power. Jangan pernah mematikan proyektor dengan mencabut langsung kabel power. 5. Saat LCD beroperasi, hindari memindahkaan atau mengangkat proyektor. Bola lampu LCD sangat sensitif dengan getaran dan bisa mengakibatkan lampu LCD putus. Apabila tiba-tiba arus terputus, cabut kabel power, karena listrik yang tidak stabil rentan merusak motherboard LCD yang harganya bisa seharga LCD baru. 6. Apabila Sahabat Sekalian mematikan LCD pada proyektor Hitachi tunggulah hingga lampu indikator berwarna hijau. Lampu hijau berarti kipas pendingin sudah mati dan kabel power bisa dicabut. 7. Jangan menggunakan proyektor secara atau bagaimana terus-menerus dalam waktu yang lama, istirahatkan proyektor beberapa waktu untuk pendinginan lampu proyektor. Pada proyektor Hitachi terdapat menu Blank Button yang berfungsi menghilangkan tampilan tanpa harus mematikan proyektor, sehingga bisa diistirahatkan sejenak. 8. Bersihkan filter proyektor secara atau bagaimana berkala, misalnya dua hingga tiga minggu sekali, apalagi jika sering dugunakan agak terbuka akan mudah sekali berdebu. Proyektor Hitachi telah dilengkapi dengan teknologi Hybrid Filter sehingga memudahkan perawatan dan memperkecil biaya perawatan. 9. Ketika digunakan, pastikan bahwa kipas tidak terhalang, sehingga pembuangan udara panas bisa berjalan dengan baik. Jika terhalang, kemungkinan akan terjadi overheating. Demikian beberapa tips Perawatan LCD Proyektor agar bisa bertahan lama, semoga bermanfaat.

[ Serba-Serbi ] Mengenal DICOM [ Digital Imaging dan Communications in Medicine ]

Pengertian DICOM [ Digital Imaging dan Communications in Medicine ] adalah standart penanganan untuk menyimpan, mencetak, dan mengirimkan informasi dalam pencitraan medis. Pencitraan medis ini dapat berupa hasil rekam medis dari peralatan medis seperti: Rontgen / Sinar X, CT-Scan [ Computed Tomograpy ], USG [ Ultra Sono Grapy ], juga pencatatan sinyal, grafik dan data dari peralatan di ruang ICU [ Intensif Care Unit ], serta data-data pasien dalam satu file. Dan ini termasuk definisi format file dan jaringan protokol komunikasi. Protokol komunikasi merupakan protokol aplikasi yang menggunakan TCP / IP untuk berkomunikasi antara sistem. File DICOM dapat dipertukarkan antara dua entitas yang mampu menerima data gambar dan pasien dalam format. Pemegang hak cipta untuk standart ini adalah The National Electrical Manufacturers Association [ NEMA ]. Dan DICOM sendiri dikembangkan oleh Komite standart DICOM dengan anggota yang sebagian juga anggota NEMA. DICOM memungkinkan integrasi scanner, server, workstation, printer dan perangkat keras jaringan dari beberapa produsen menjadi sebuah gambar yang dikenal dengan format PACS [ Picture Archiving and Communication Systems ]. Saat ini DICOM telah di adopsi secara atau bagaimana luas oleh rumah sakit dan membuat terobosan dalam aplikasi yang lebih kecil, seperti penggunaan oleh dokter gigi, dan kantor praktek dokter. Pada monitor, proyektor, dan printer terdapat teknik penggambaran citra DICOM secara atau bagaimana visual yang disebut DICOM Simulation. Dan gambar yang dihasilkan berupa gambar dengan 16 gradasi warna greyscale yang akurat, sehingga para medis dapat memberi diagnosa berdasarkan perbedaan warna gambar yang terlihat. Namun tidak semua proyektor dapat menampilkan gambar DICOM secara atau bagaimana benar dan sesuai dengan standart DICOM. Jika terjadi kesalahan dalam menampilkan warna, maka akan berakibat hasil diagnosa yang salah dari tenaga medis, sehingga dapat membahayakan keselamatan pasien dikarenakan penanganan medis yang salah. Untuk itu dibutuhkan proyektor untuk diagnosa kesehatan yang mempunyai fitur DICOM Simulation agar dapat menampilkan file-file DICOM, sehingga gambar yang dihasilkan mampu menghasilkan warna yang benar dan sesuai dengan standart DICOM. Demikian artikel yang kami compile dari berbagai sumber, terutama kami berikan credit ke projectorku.com sebagai referensi utama dari artikel kami ini, Semoga bermanfaat dan Silahkan Sahabat Sekalian meningglakan comment di bawah, kami sangat menghargainya. Terimakasih. Terimakasih telah berkunjung ke blog kami sebuah blog untuk layanan rental sewa proyektor di jogjakarta

Senin, 23 November 2015

cukup menghubungi kontak kami di 082-226-217-322 Kami berkomitmen akan secepatnya mengirimkan pesanan anda ke tempat anda.

Dengan Service Point yang tersebar di penjuru jogja, membuat layanan delivery kami lebih accesseble ke berbagai tempat di jogja.

Jadi Tunggu apalagi, Jika anda mencari layanan sewa lcd projector yang terjangkau dan cepat. hubungi kami Sekarang juga. 082-226-217-32.

Daftar Harga Terjangkau kami :
  1. Sewa Proyektor 2500 ansi lumens ( Proyektor Standard ) Hanya : Rp 150.000,-
  2. Sewa Proyektor 2700 ansi lumens Hanya : Rp 200.000,-
  3. Sewa Proyektor 3000 ansi lumens Hanya : Rp 400.000,-
  4. Sewa Proyektor 3200 ansi lumens Hanya : Rp 400.000,-
  5. Sewa Proyektor 3500 ansi lumens Hanya : Rp 500.000,-